Andreas Purba Ajak Warga Aktivasi IKD dan Tertib Administrasi Kependudukan Saat Sosper
MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak., mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta memastikan kelengkapan dan keakuratan dokumen administrasi kependudukan.
Imbauan tersebut disampaikan Andreas saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di dua lokasi, yakni Jalan Platina IV dan Jalan Platina I, Gang Teratai, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa APP itu menjelaskan bahwa IKD merupakan salah satu inovasi pemerintah dalam mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan melalui perangkat digital.
Menurutnya, IKD memiliki sejumlah fitur yang dapat membantu masyarakat dalam berbagai keperluan administrasi, termasuk ketika tidak membawa KTP elektronik fisik.
“Misalnya, ketika KTP tertinggal di rumah, masyarakat dapat menunjukkan identitas melalui aplikasi IKD. Selain itu, aplikasi ini juga memiliki sejumlah fitur yang membantu dalam pelayanan administrasi kependudukan. Karena itu, saya mengajak bapak dan ibu untuk memanfaatkan fasilitas digital ini,” ujar Andreas.
Mewakili Kecamatan Medan Deli, Asridana turut mengajak masyarakat Kelurahan Titi Papan untuk melakukan aktivasi IKD. Ia menyebutkan bahwa tingkat aktivasi IKD di wilayah tersebut masih rendah.
Asridana mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 3.300 warga telah mengaktivasi IKD. Ia pun mengajak masyarakat yang belum melakukan aktivasi agar segera memanfaatkan layanan tersebut.
“Mari manfaatkan era digital dengan melakukan aktivasi IKD. Prosesnya dapat dibantu di kantor kecamatan dengan membawa HP berbasi Android, KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK),” imbaunya.
Soroti Pentingnya Ketelitian Dokumen
Pada lokasi sosialisasi kedua di Jalan Platina I, Gang Teratai, Andreas menekankan pentingnya ketelitian masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan, khususnya akte kelahiran.
Ia menilai ketidaksesuaian data antara akta kelahiran dan Kartu Keluarga masih berpotensi menimbulkan kendala dalam berbagai proses administrasi, mulai dari pembukaan rekening perbankan, pengurusan bantuan sosial (bansos), BPJS, hingga keperluan administrasi pekerjaan.
“Perbedaan satu huruf saja pada nama yang tercantum dalam akta kelahiran dan Kartu Keluarga dapat menimbulkan kendala saat proses verifikasi. Karena itu, masyarakat harus teliti dan cermat ketika mengisi formulir pengurusan dokumen, khususnya akta kelahiran anak. Pastikan seluruh data sudah benar sebelum diserahkan kepada petugas,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga turut menyampaikan persoalan administrasi kependudukan yang mereka hadapi sehari-hari.
Salah satunya, warga bernama Wanda yang meminta bantuan terkait pengurusan identitas anak angkatnya yang merupakan seorang anak yatim piatu dan belum memiliki dokumen kependudukan.
Menanggapi persoalan tersebut, Andreas berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Titi Papan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan guna membantu proses pengurusan identitas anak tersebut.
Selain itu, Andreas juga menerima keluhan warga mengenai data desil yang dinilai belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dalam persoalan tersebut, ia menyarankan agar warga mengajukan sanggahan disertai pembaruan data pekerjaan pada Kartu Keluarga sesuai kondisi terkini, sehingga dapat dilakukan verifikasi oleh pihak terkait.
Kegiatan Sosper berlangsung tertib dan interaktif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian seminar kit kepada peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Trantib Kelurahan Titi Papan Budianto Abbas; Asridana mewakili Kecamatan Medan Deli; Hasan Basri Tanjung mewakili Disdukcapil Kota Medan; serta sejumlah kepala lingkungan, yakni T. Alamsyah (Kepling IX), Taufik (Kepling XI), Juli Wahyudi (Kepling XII), Ibnu Hajar (Kepling X), Lily Suryadi (Kepling XVI), Harry Ibrahim (Kepling XIII), Nurul Ilmi (Kepling VIII), dan M. Supranoto (Kepling XIV).
Hadir pula tokoh agama, Pak Muslim dan Sunari, serta ratusan warga masyarakat yang mengikuti sosialisasi tersebut.(Ki)
