Tentang Kami

Pertengahan 2007, Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas yang bertujuan menguji pemanfaatansistem hibah dana dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals) bidang pendidikan dan kesehatan secara partisipatif. Program ini
mendorong peningkatan layanan kesehatan bagi ibu hamil, pengurangan angka kematian ibu dan balita serta mendukung pendidikan dasar bagi anak usia sekolah.

Pada 2015, PNPM Generasi Sehat dan Cerdas beralih pengelolaan dari Kementerian Dalam Negeri menjadi di bawah naungan Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Daerah Tertinggal. PNPM Generasi Sehat dan Cerdas pun turut bersalin nama menjadi Generasi Sehat dan Cerdas (GSC).

Progam GSC memanfaatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat yang memungkinkan masyarakat dan penyedia layanan kesehatan dan pendidikan setempat saling bekerjasama mengindentifikasi masalah-masalah mendesak dari sisi layanan kesehatan dan pendidikan. Tujuannya, mengembangkan solusi guna menjawab masalah sesuai kondisi setempat.
Program GSC dimulai dari tahapan persiapan dan sosialisasi pengenalan kondisi desa guna penyusunan profil desa dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Berikutnya, perencanaan partisipatif dengan pendampingan fasilitator guna mengidentifikasi masalah serta mengembangkan solusi kreatif sesuai kondisi setempat.

Strategi ke depan, program GSC akan melakukan integrasi perencanaan seiring dengan rencana implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Tujuannya, menempatkan segala kegiatan kesehatan dan pendidikan GSC ke dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Desa serta Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa.

Dengan fokus pada penyediaan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, GSC mempunyai 12 Indikator Keberhasilan Program:

ibu-hamilIbu Hamil dan Bersalin

  1. Ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali selama masa kehamilan
  2. Ibu hamil mendapatkan minimal 90 butir pil Fe (penambah darah) selama masa kehamilan
  3. Kelahiran ditangani oleh dokter atau bidan
  4. Perawatan nifas (hingga 40 hari setelah persalinan) minimal 2 kali perawatan oleh dokter atau bidan

bayi-balitaBayi dan Balita

5. Bayi (<12 bulan) mendapatkan imunisasi standar secara lengkap
6. Bayi (<12 bulan) setiap bulan ditimbang berat badannya dan naik beratnya setiap bulan minimal 500 gr
7. Anak usia 6 – 59 bulan mendapatkan vit A sebanyak 2 kali dalam setahun
8. Balita ditimbang sebulan sekali secara rutin

bayi-balitaKonseling dan Pengasuhan

9. Setiap ibu hamil dan atau pasangannya mengikuti kegiatan konseling perawatan kehamilan dan gizi minimal sebulan sekali
10. Setiap orangtua/pengasuh yang memiliki bayi usia 0-2 tahun mengikuti kegiatan pengasuhan balita dan pemenuhan gizi minimal satu bulan sekali

pendidikanBidang Pendidikan

11. Setiap anak usia SD/SMP yang belum sekolah, putus sekolah kembali bersekolah termasuk Anak Berkebutuhan Khusus.
12. Setiap anak lulus SD termasuk Anak Berkebutuhan Khusus melanjutkan sekolah di tingkat SMP