Bagaimana kondisi terkini terkait akses pelayanan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten yang Bapak pimpin?

Kondisi akses pelayanan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten saat ini sudah cukup baik, ini terlihat dari ketersediaan sarana prasarana pendukung baik pendidikan maupun kesehatan misalnya untuk program 1 desa 1 PAUD itu sudah bias terpenuhi demikian juga dengan program pendidikan SD dan SMP satu atap itu sudah bejalan didesa-desa terutama desa yang terpencil demikian pula dengan fasilitas kesehatan sudah merata di19 kecamatan yan ada baik itu puskesmas maupun puskesmas pembatu ditambah lagi dibeberapa kecamatan sudah ada puskesmas sebagai medical center.

Demikian juga dengan pemerataan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan yang tersebar di kabupaten Gorontalo,pemerintah berupaya untuk melakukan pemerataan guru dan petugas kesahatan terutama bidan desa walaupun kab.Gorontalo masih diperhadapkan dengan kekurangan tenaga kesehatan dalam hal ini bidan desa namun hal ini diantisipasi dengan menyekolahkan anak-anak lulusan SLTA yang memiliki prestasi dengan memberikan beasiswa melaui jalur Prestasi yang dibiayai melalui dana APBD.

Bagaimana Bapak memandang terhadap isu pendidikan dan kesehatan?

Isu pendidikan dan kesehatan ini sangat penting untuk menjadi perhatian pemerintah sebab maju tidaknya sebuah daerah itu tergantung bagaimana perhatian pemerintahnya terhadap upaya pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan.Dan isu pendidikan dan kesehatan ini masuk pada Visi-misi kami selaku bupati dan wakil bupati Kabupaten Gorontalo

Adakah target yang hendak dicapai dalam upaya pemenuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan?

Kami selaku pemerintah kabupaten memiliki target terkait tekait pemenuhan pendidikan    dan kesehatan adalah target utama kami terutama untuk pencapaian standar pelayanan minimum baik bidang pendidikan dan kesehatan dapat terpai dengan baik oleh sesbab itu kami selaku pemerintah kabupaten untuk tidak tanggung-tanggung untuk mengucurkan dana miliyaran rupiah untuk mengiterpensi atau mendukung semua program bidang pendidikan dan kesehatan.

Dalam upaya pencapaian tersebut, menurut Bapak, kendala-kendala apa saja yang menghambat upaya pencapaian target?

Dalam pencapaian visi-misi kami selaku bupati dan wakil bupati pasti ada kendala yang dihadapi terutama luasnya wilayah kabupaten Gorontalo dan juga masih tingginya angka kemiskinan yang ada di kabupaten ini namun kami sangat optimis dengan upaya yang sungguh-sungguh dan didukung oleh semua eleman yang ada maka kami yakin kami pasti bias membawa kabupaten Gorontalo ini kearah yang lebih baik.

Kegiatan Generasi Sehat dan Cerdas sebagai upaya peningkatan dan percepatan akses layanan pendidikan dan kesehatan telah berjalan di wilayah Bapak. Bagaimana komentar Bapak terkait kegiatan Generasi Sehat dan Cerdas dalam upaya pencapaian target dalam bidang pendidikan dan kesehatan di wilayah Bapak?

Menurut kami kegiatan GSC ini cukup baik ini kan salah satu upaya pemerintah pusat untuk mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan walaupun kita ketahui bawa GSC ini adalah salah satu program yang yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat terutama untuk mendekatkan masyarakat ke layanan pendidikan dan kesehatan terutama masyarakat miskin. Kami melihat ada perubahan cara pandang masyarakat terhadap arti pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi kehidupan masyarakat dan ini terlihat dari perbandingan prosentase usulan kegiatan pendidikan dan kesehatan dilokasi desa dan Kecamatan lokasi program GSC dan lokasi non GSC itu sangat jelas perbedaannya.

Adakah dukungan yang diberikan pemerintah daerah dalam upaya menunjang kegiatan Generasi Sehat dan Cerdas yang sedang berjalan?

Kami selaku pemerintah kabupaten Gorontalo selau memberikan dorongan dan apresiasi kami terhadap pelaksnaan GSC ini.Setiap tahun kami mengalokasikan dana sharing pemerintah kab.Gorontalo melalui dana PAP.

Di samping dana PAP kami juga mengeluarkan dana untuk sharing pada pelatihan Guru paud untuk pelatihan lanjutan di lokasi desa dan kecamatan GSC kami juga telah mendorong replikasi kegiatan dilokasi GSC untuk dilakukan dilokasi Non GSC terkait pelatihan guru PAUD ini melalui dana desa Tahun Anggaran 2017.

Kegiatan Generasi Sehat dan Cerdas akan berakhir pada Desember 2018. Adakah dukungan regulasi di tingkat Kabupaten terhadap pengelolaan Dana Desa yang mendukung kegiatan pelayanan sosial dasar di Desa termasuk di dalamnya terkait pendidikan dan kesehatan?

Menurut hemat kami program GSC ini adalah model program pemberdayaan masyarakat yang cukup baik dan terterima ditingkat masyarakat dan sangat disayangkan jika program ini tidak dilanjutkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kemenrian Desa. Namun jika inipun sudah menjadi keputusan dari pemerintah pusat maka kami selaku pemerintah daerah berupaya untuk mengadopsi hal-hal baik atau praktek cerdas dari program ini untuk kami coba upayakan pelaksanaannya melalui pendanaan APBD maupu dari dana desa itu sendiri.

Adakah Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait dengan pelayanan sosial dasar termasuk mengenai pendidikan dan kesehatan?

Untuk kegiatan pendidikan kami sudah mencanagkan husus untuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik paud untuk pelatihan dasar dan lanjutan tuntas Tahun 2019 dan untuk pelatihan mahir tuntas ditahun 2020 demikian juga dengan ketersediaan TK Pembina dimasing-masin

g kecamatan serta terpenuhinya tenaga kesehatan dalam hal ini bidan desa untuk 3 tahun kedepan.

Terkait dengan kegiatan Generasi Sehat dan Cerdas yang telah berjalan, adakah rencana melakukan replikasi program baik perluasan lokasi, penyiapan anggaran stimulan BLM (bantuan langsung masyarakat) yang

diadaptasikan lewat kebijakan daerah di wilayah lain yang selama ini tidak mendapat sentuhan Generasi Sehat dan Cerdas termasuk keberlanjutan wilayah yang selama ini didampingi oleh Generasi Sehat dan Cerdas?

Memang untuk dana daerah belum ada untuk melakukan semacam replikasi kegiatan GSC namumun kami mendorong desa untuk melalui perencanaan ditingkat desa untuk dapat memperhatikan serta memprioritaskan usulan kegiatan pelayanan social dasar bidang pendidikan dan kesehatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat terutama masyarakat miskin demikian pula dilikasi GSC dapat diperlakukan demikian dan hal ini kami sudah ertegas melalui peraturan bupati yang kami keluarkan. Ada 6 peaturan bupati yang kami keluarkan sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 ini terkait dengan pengaturan penggunaan dana desa termasuk didalamnya prioritas pelayanan sosial dasar bidang pendidikan dan kesehatan.

Bagaimana pendapat Bapak terhadap pelibatan sumber daya manusia yang mendapat pengayaan lewat program pemberdayaan masyarakat, termasuk Generasi Sehat dan Cerdas, untuk diikut-sertakan dalam program pemberdayaan di daerah?

Kader-kader GSC yang ada di kecamatan dan desa yang cukup banyak itu sangat membantu sekali pemerintah daerah dalam hal fasilitasi terkait perencanaan pembagunan ditingkat desa dan jika ada program dari pemerintah daerah yang serupa dengan model program GSC maka mera-mereka itulah yang barangkali layan untuk dipercayakan untuk memfasilitasinya.dan perlu juga sebagai tambahan informasi bahwa kami di tahun 2017 melakukan rekrutmen perangkat desa dan sebahagian besar yang ikut didalam rekrutmen itu adalah kader- kader GSC yang sudah dilatih berulang-ulang melaui program GSC dan menurut hemat saya meraka itu layak untuk diperhitungkan.

Adakah kebijakan di wilayah Bapak saat ini ataupun di masa mendatang terkait upaya penguatan kelembagaan dan pengorganisasian sumber daya manusia (SDM) yang selama ini telah mendapat penguatan kapasitas oleh Generasi Sehat dan Cerdas?

 Terkait penguatan kelembagaan dan pengorganisasian SDM ini sebagaian kami sudah lakukan dengan memberikan  sentuhan langsung ke lembaga-lembaga yanga ada didesa yang Selama ini terkesan mati suri,ini perlu dilakukan penguatan kembali apakah melaui pelatihan-pelatihan atau kegiatan-kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat banyak.(fx)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY