Bagaimana kondisi terkini terkait akses pelayanan kesehatan dan pendidikan?

Pengertian akses dalam konteks kemudahan  mencapai jangkauan layanan baik bidang pendidikan mapun kesehatan di Kabupaten Sukabumi sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terlebih ketiak program GSC sudah berjalan sejak 2007 sampai akhir 2015. Sebagai contoh bangunan Posyandu yang dibangun oleh GSC sejak 2007 sampai 2015 mencapai 821 buah. Gedung Poskesdes yang sudah dibangun sebanyak 63 buah. Di bidang pendidikan sudah dibangun 228 ruang kelas baru oleh GSC. Jumlah pemanfaat yang difasilitasi oleh GSC untuk bidang kesehatan sebanyak 56.986 orang.

Pandangan Anda terkait isu pendidikan dan kesehatan yang ada di Kabupaten Sukabumi?

Menurut saya pendidikan dan kesehatan  merupakan prasyarat bagi keberhasilan pembangunan. Di bidang kesehatan pemberian nutrisi dan sitmulasi bagi perkembangan anak sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun merupakan isu penting dalma bidang kesehatan. Di bidang pendidikan lingkungan di mana anak tumbuh dan berkembang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak. Bisa dikatakan bidan pendidikan sebagai lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang menjadi sangat penting perannya.

Ada target yang hendak dicapai Kabupaten Sukabumi dalam upaya pemenuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan?

Ada beberapa hal yang hendak kami capai. Seiring pelaksanaannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2013 tentang Kemitraan Kader dan Paraji serta Perbup Nomor 16 Tahun 2013 tetang Pendidikan Inklusi secara optimal. Berjalannya kesepakatan, komitmen, dan rekomendasi dari penyedia layanan terhadap kegiatan yang didanai BLM Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) yagn fokus pada capaian 12 indikator kesehatan dan pendidikan.

Kami pun berharap tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kelompok marjinal untuk mendapatkan pelayanan optimal di bidang pendidikan dan kesehatan terutama bagi sasaran anak-anak Balita Gizi Merah (BGM), anak rawan drop out, terutama bagi anak berkebutuhan khusus yang menjadi sasaran prioritas bagi GSC. Sinergi dan koordinasi yang efektif antara Fasilitator GSC dengan dinas layanan kesehatan dan pendidikan snagat diharapkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring kegiatan sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

Untuk mengatasi kecamatan yang selama ini tidak tersentuh oleh layanan kesehatan, mobil operasional kami ganti dengan kendaraan berpenggerak roda empat agar jangkauan semakin jauh. Kita perlu inovasi terkait hal tersebut.

Adakah kendala yang menghambat upaya pencapaian tersebut?

Selama koordinasi dan kerjasama antar lintas sektor terbangun dan berjalan dengan baik maka diharapkan tidak ada kendala dalam upaya pencapaian target.

Kegiatan GSC sebagai upaya peningkatan dan percepatan akes layanan kesehatan dan pendidikan telah lama berjalan di Kabupaten Sukabumi. Bagaimana pendapat Bapak terkait kegiatan GSC dalam upaya pencapaian target dalam bidang kesehatan dan pendidikan di wilayah Sukabumi?

Menurut hemat saya, GSC memberi kontribusi cukup besar dalam upaya pencapaian target di bidang pendidikan dan kesehatan. Di samping bantuan bersifat stimulan, GSC juga dalam pandangan saya berhasil menerapkan metode pembangunan dengan sistem pendekatan paritisipatif serta tidak meninggalkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan dalam kegiatan GSC.

Adakah dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah Sukabumi dalam upaya menunjang kegiatan GSC yang sedang berjalan?

Kami mengalokasikan pemenuhan kebutuhan penunjang GSC yang dilalokasikan daerah melalui Dana Pendamping Administrasi Pembinaan (PAP) lebih dari komitmen yang diminta pemerintah pusat yakni 5%. Kami mengalokasikan PAP lebih dari itu, kalau tidak salah sekitar 20%. Besarnya PAP menunjukkan dukungan dan komitmen Kabupaten Sukabumi terhadap GSC. PAP dimanfaatkan untuk laokasi peningkatan kapasitas pelaku GSC, monitoring dan supervisi kegiatan GSC serta kegiatan pendukung lainnya dalam mendukung kegiatan layanan sosial dasar di desa.

Generasi Sehat dan Cerdas bukan suatu program yang dipaksakan dari pusat, melainkan suatu kebutuhan dalam rangka memunculkan generasi cemerlang yang sehat dan cerdas di masa mendatang. Generasi sekarang merupakan bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apa yang kita tanam saat ini, nantinya akan dituai di masa mendatang oleh warga Sukabumi dalam waktu 15—20 tahun mendatang.

Program GSC akan berakhir pada 31 Desember 2017. Adakah dukungan regulasi di tingkat Kabupaten terhadap pengelolaan Dana Desa yang mendukung kegiatan pelayanan sosial dasar di desa termasuk di dalamnya terkait bidang pendidikan dan kesehatan?

Baru saja kami menyelesaikan pembahasan SOTK (struktur organisasi dan tata kerja, red) termasuk SOTK Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) menajdi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD). Didalamnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi telah mengadopsi 2 (dua) kementerian yaitu Kemendagri dan Kemendesa. Tentu kami pun mengakomodir dan tidak melupakan tugas pokok dan fungsi pelayanan sosial dasar untuk diajukan dalam penetapan SOTK perubahan. Termasuk untuk pengganggaran desa tertinggal di Tahun Anggaran 2017.

Bagaimana kabar Rancangan Aksi Daerah (RAD) yang berhubungan dengan pelayanan sosial dasar termasuk pendidikan dan kesehatan yang kami dengar saat ini tengah dirancang?

Dalam rangka mengukur keberhasilan kemandirian desa sesuai dengan Pasal 10 bahwa instrumen Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sukabumi telah ditindak-lanjuti dengan menyelenggarakan diseminasi RAD kepada para kepala seksi PMD Kecamatan, Kepala Desa, BPD, LPM, TP-PKK dan Pendamping Desa sebagai bentuk sosialisasi dan antisipasi bersama.

Hal tersebut kaitannya dalam rangka memotivasi dalam menyambut arah kebijakan yang ada untuk pembangunan desa lebih baik. Melakukan koordinasi dan sinergitas hal-hal yang telah dilaksanakan selaam ini sebagai wujud dukungan terhadap implementasi Undang-Undang Desa. Berikutnya melakukan langkah-langkah antisipatif dan rencana aksi desa sebagai rencana tindak lanjut apa yang harus dilakukan dalam rangka pembangunan desa ke depan  agar lebih mandiri, maju dan sejahtera.

Saat ini, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan di 47 kecamatan dengan sampling 47 desa. Rencananya akan ditindak-lanjuti dalam kegiatan rutin melalui dana PAP sebagai upaya kontral dalam peningkatan strata desa menuju kemandirian.

Terkait pelibatan sumber daya manusia yang mendapat pengayaan lewat program pemberdayaan masyarakat, termasuk GSC, untuk diikut-sertakan dalam program pemberdayaan di daerah?

Pelibatan sumber daya manusia sebagai kader pembangunan yang selama ini telah berjalan dan dibantu GSC merupakan hal positif dan kami selaku Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik hal tersebut. Kami pun turut serta sebagai bentuk kepedulian Pemda dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2015 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat.

Adakah kebijakan di wilayah Bapak saat ini ataupun di masa mendatang terkait upaya penguatan kelembagaan dan pengorganisasian sumber daya manusia yang selama ini telah mendapat penguatan kapasitas oleh GSC?

Sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal-Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa Bab III Pasal 14 maka penguatan kelembagaan dan pengorganisasian sumber daya manusia (SDM) akan terus dikembangkan. Terutama berkaitan dengan pengembangan Balai Rakyat yang juga menajdi program pelayanan sosial dasar di desa.(faiz)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY