Dari Minus Jadi Plus

0
95

Desa Katikutana merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur dengan topografi yang sangat terjal dan curam dengan status desa berdasarkan penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2015 merupakan salah satu desa tertinggal. Berdasarkan pantauan pelaku program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) pada 2014, Desa Katikutana dengan status bayi gizi kurang sangat tinggi untuk ukuran Kecamatan Matawai La Pawu.

Keadaan demikian dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya,kesadaran masyarakat dalam memperhatikan pemenuhan Gizi Bayi dan balita sangat kurang. Sebagian besar masyarakat pun berprofesi sebagai petani dan peternak tradisional sehinggga penghasilan masyarakat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Gizi Bayi/ Balita dan Ibu Hamil.

Untuk bisa mengatasi persoalan tersebut diatas, pada 2015 Program Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Katikutana melakukan banyak terobosan kegiatan untuk merubah cara berpikir masyarakat yang kurang peduli terhadap gizi bayi/balita dengan gencar melakukan kegiatan penyuluhan-penyuluhan baik bagi ibu hamil maupun untuk masyarakat yang memiliki bayi dan balita bahwa pentingnya kesehatan bagi bayi/balita.

Pelaku Program GSC menyadari bahwa untuk bisa mengatasi persoalan tersebut sangat sulit karena harus membutuhkan dana yang sangat besar,Namun dibalik keterbatasan dana GSC maka pelaku program GSC ditingkat desa bersama masyarakat dan difasilitasi oleh pelaku program tingkat Kecamatan merancang kegiatan untuk pengadaan bibit sayur dan bibit Ikan Lele untuk dua Posyandu sehingga kegiatan tersebut bisa memberikan contoh bagi masyarakat.

imageKegiatan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi masyarakat dibuktikan dengan banyaknya kesadaran masyarakat untuk menanam sayur disekitar rumah. Hasilnya efektif. Angka Gizi Kurang dan Ibu Hamil KEK berkurang.

Bahkan sekarang Desa Katikutana merupakan desa penyuplai sayur terbanyak di Pasar Inpres Tanarara Kecamatan Matawai La Pawu. Pelaku Program berharap kepada masyarakat agar kegiatan tersebut tetap dipertahankan jangan sampai kegiatan tersebut berjalan ketika program ada,tetapi program berakirpun kegiatan tersebut tetap berjalan dengan menggunakan bantuan dari dana desa dan swadaya masyarakat

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY