Namanya Rahma Aliya Rizki. Anak yang hidup dalam nestapa masa silam. Lahir dengan kaki dan ztangan cacat di Desa Cikadu, Bandung Barat. Dalam ketaksadaran lahir, Ia merasa hidupnya tak sama dengan kawan sebaya. Siksaan batin lebih tak tertanggungkan lagi karena Ayahnya meninggalkannya: malu punya anak cacat. Dia hidup dengan neneknya (sesekali masih bertemu dengan Ibunya) sambil memendam gurat kepedihan mendalam. Ayahnya masih tinggal sekampung. Tapi  menyapapun tidak dilakukan ketika berpapasan jalan. Beban lahir dan batin menikamnya sekaligus.

Di sekolah Ia tak mampu ikut upacara atau pelajaran olahraga karena kaki dan tangan yang tidak bisa menyangga. Dia bahkan tak bisa memakai sepatu. Teman-temannya sebagian mengejek dan membuat hatinya kian terpuruk. Tapi cahaya hidup bisa datang dari arah mana saja. Di desanya, ada program GSC (Generasi Sehat dan Cerdas) yang membantu kaki palsu untuknya. Sejak itu dia bisa berdiri tegak. Dia kemudian percaya diri lagi pergi ke sekolah demi menjemput masa depan. Tak hanya itu, Ia juga belajar pencak silat yang membuatnya punya kekuatan untuk menjalani hidup dengan segala kegetiran. Matanya kini penuh binar: hidup tak lagi kelam.

Sempat dia terpuruk lagi karena nilai bagus di SD tak bisa mengantarkannya masuk SMP akibat problem abadi: jerat kemiskinan. Dia sendiri masuk SD ketika usia sudah menginjak 8 tahun. Dalam situasi genting itu, Allah datang lagi dengan pertolonganNya. Lewat program GSC, dia dibantu untuk bersekolah dan mendapatkan uang transpor tiap bulan. Ia sekarang riang kembali dan bertekad merumuskan masa depan dengan pijakan bakat dan gemuruh hidupnya. Ia ingin melanjutkan kisah hidupnya sampai cita-citanya terwujud: menjadi penyanyi. Ia pasti mampu sebab kekuatan bukan terletak pada kaki dan tangan, tapi pada pikiran dan keyakinan. Rahma adalah kita. Kita lahir dan hidup tak sempurna. Tapi hidup layak diperjuangkan sampai menjadi sempurna.

Ahmad Erani Yustika

Bandung, 1 Desember 2016.

Ahmad Erani Yustika bersama  Rahma
Ahmad Erani Yustika bersama Rahma

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY