Menurut Hanibal Hamidi, Direktur PSD, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Kemendesa PDTT, ikhtiar menghadirkan Desa Mandiri dilakukan dengan membentuk Laboratorium Desa di beberapa wilayah sebagai percontohan. “Laboratorium  Desa merupakan upaya strategis dalam mewujudkan mandat menjalankan Nawacita Ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa,” ujar Hanibal.

Hanibal Hamidi: Laboratorium Desa perwujudan Nawacita Ketiga
Hanibal Hamidi: Laboratorium Desa perwujudan Nawacita Ketiga

Dalam upaya tersebut, 7 universitas negeri digandeng dalam kerja kolaboratif pendampingan Laboratorium Desa. Ketujuh universitas tersebut diantaranya: Universitas Lampung di Provinsi Lampung, Universitas Brawijaya di Jawa Timur, Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah, Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat, Universitas Tadulako di Sulawesi Utara, Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat, Universitas Pattimura di Maluku, serta di penghujung ada Universitas Cenderawasih di Papua.

Laboratorium Desa berupaya menggambarkan bentuk desa yang ideal dari perspektif wilayah. “Hal tersebut sejalan dengan 3 matra pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Hanibal. Pertama, dari sisi keutamaan dan urgensi, memastikan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas lembaga masyarakat (Jaring Komunitas Wiradesa). Kedua, Dari sisi ekonomi, memastikan kolektivitas berbasis potensi lokal (Lumbung Ekonomi Desa), serta ketiga seluruh gerak pembangunan berbasis budaya dan sosial (Lingkar Budaya Desa).

Kehadiran Laboratorium Desa bertujuan menjadikan desa-desa pilot yang telah ditunjuk agar menjadi mandiri dan siap menjadi desa percontohan bagi desa sekitarnya. Terutama dalam pelayanan hal sosial dasar dan budaya. Di setiap wilayah, setiap perguruan tinggi nantinya mengasuh 2 desa sebagai pilot. Kehadiran desa pilot ini diharapkan untuk memudahkan desa lain dalam usaha menuju kemandirian agar saat perlu studi banding tidak perlu harus bertandang menjangkau wilayah lain yang jauh.

Upaya mendongkrak kehadiran jumlah Desa Mandiri lewat Laboratoriu Desa ini, menurut Hanibal, sejalan dalam upaya dengan target Kementerian Desa dalam upaya pelaksanaan pembangunan di 15.000 desa prioritas, mengentaskan 5.000 desa tertinggal serta berupaya meningkatkan 2.000 Desa Mandiri. Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya untuk menggapai target tersebut.

Ahmad Erani Yustika, Laboratorium Desa diharapkan bisa menghasilkan model yang bisa dimanfaatkan dalam menggapai Desa Mandiri
Ahmad Erani Yustika, Laboratorium Desa diharapkan bisa menghasilkan model yang bisa dimanfaatkan dalam menggapai Desa Mandiri

Menurut Direktur Jenderal PPMD, Ahmad Erani Yustika, kehadiran Laboratorium Desa sebagai hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan model desa berbasis representasi masing-masing wilayah. “Harapannya desa pilot bisa menjadi sumber inspirasi bagi desa lain untuk mengikuti keberhasilan melalui pengawalan perguruan tinggi,” ujar Erani. Sebagai hasil akhir, diharapkan ada buku panduan yang bisa mengilhami desa lain berproses menuju kemandirian.

Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika, Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama para wakil perguruan tinggi mitra Laboratorium Desa
Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika, Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama para wakil perguruan tinggi mitra Laboratorium Desa

Erani menambahkan kehadiran Laboratorium Desa ini mempunyai pelbagai misi. Pertama, kerja kolaboratif antar pembangku kepentingan. Kedua, memastikan kedaulatan desa berpadu dengan corak dan karakter desa. “Sebagian karakter ini dijadikan sebagai pendiri negara dalam menyusun dasar negara kita,” ungkap Erani. Ketiga, membuat Desa Mandiri dengan potensinya sendiri dan tidak menganggap modal utama pembangunan desa mesti datang dari pemerintah. Harap mafhum, dalam pandangan Erani, pokok terbesar persoalan desa bukan terletak dari minimnya sumber daya alam atau infrastruktur fisik, melainkan stok pengetahuan yang jauh tertinggal dari kota. Kehadiran Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya Kementerian Desa menggapai Desa Mandiri di seantero Indonesia.***

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY