Riuh rendah suara ribuan peserta menggema memenuhi aula Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, di awal Desember. Suara gemuruh berasal dari lebih 3.000 orang yang tengah menghadiri acara Rembug Nasional 2015 Desa Membangun Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Selain perwakilan kepala desa, turut pula hadir perwakilan akademisi, perwakilan pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) serta lembaga swadaya masyarakat. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pun turut hadir dalam acara Rembug Nasional. Dalam rangka memeriahkan acara, Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) membuka stand yang memantik antusiasme peserta berkunjung.

Pembukaan Rembug Desa oleh Menteri Desa Marwan Jafar
Pembukaan Rembug Desa oleh Menteri Desa Marwan Jafar

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Rembug Nasional dimaksudkan sebagai upaya menjaring masukan dari semua pemangku kepentingan di daerah serta sarana konsolidasi komitmen membangun desa. “Desa Membangun Indonesia harus menjadi paradigma dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ungkap Marwan. Dalam kesempatan terpisah, pendapat Marwan diamini Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, HM Suhaili Fadhil Thohir, SH yang menyebutkan pentingnya desa yang bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya dan mandiri secara ekonomi dalam proses fondasi pembangunan Indonesia.

Bukan tanpa musabab, pemerintahan Ir H Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah berkomitmen menjadikan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Secara kuantitas, desa mengalami peningkatan jumlah dari semula 61.409 desa pada 2005, menjadi 74.045 desa pada 2015. Jumlah itu meningkat 17,55 persen. Dari sisi kualitas sendiri desa pun berlimpah sumber daya alam, sumber daya manusia dan nilai budaya sebagai modal sosial pembangunan. Tidak heran desa menjadi titik sentral perwujudkan cita-cita Tri Sakti yakni mewujudkan bangsa berdaulat secara politik bermartabat secara budaya, dan mandiri secara ekonomi.

Stand Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) dipenuhi pengunjung yang antusias
Stand Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) dipenuhi pengunjung yang antusias

Potensi yang besar ini sayangnya masih belum terbangunkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2014 menunjukkan 17,37 juta penduduk miskin bermukim di desa. Jumlah itu setara dengan 10,96 persen penduduk miskin Indonesia. Pemberdayaan kawasan perdesaan menjadi kunci mengenyahkan kemiskinan yang masih melingkupi penduduk desa.

Hasil Rembug Nasional sendiri merumuskan sembilan agenda dasar. Pertama, pembaruan agraria dan penataan ruang yang berkeadilan menjadi landasan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kedua, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus berbasis pada keadilan sosial ekologis guna menjamin keselamatan masyarakat dan keberlanjutan kawasan perdesaan.

Ketiga, proses transformasi perekonomian desa diwujudkan lewat Lumbung Ekonomi Desa. Caranya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam produksi, distribusi, dan melindungi sumber daya ekonomi desa. Keempat, menjaga partisipasi masyarakat dan peningkatan kualitas demokrasi desa guna melahirkan kepemimpinan muda desa. Kelima, memastikan keterlibatan dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin, kaum disabilitas dan kelompok marginal dalam proses pembangunan guna mewujudkan desa inklusi.

Keenam, pemerintah dan pemerintah daerah secara konsisten melaksanakan Undang-Undang Desa melalui pengakuan, pemajuan, dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat untuk ditingkatkan menjadi desa adat. Ketujuh, proses pembangunan dan pemberdayaan desa harus menjamin akses perempuan desa terhadap sumber daya. Kedelapan, pelayanan publik diselenggarakan dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar masyarakat desa. Kesembilan, dalam rangka memajukan masyarakat desa, pemerintah bertanggung jawab terhadap penyediaan dan pemenuhan sistem informasi desa berbasis teknologi informasi secara berkeadilan dan merata.

Dirjen PPMD Ahmad Erani tekun menyimak infografis terkait Generasi Sehat dan Cerdas di stand GSC
Dirjen PPMD Ahmad Erani tekun menyimak infografis terkait Generasi Sehat dan Cerdas di stand GSC

Di penghujung acara, hadir sajian musik dari grup band Slank. Menurut Kaka, vokalis Slank, banyak lagu-lagu Slank yang terilhami kondisi masyarakat desa. “Menjadi kekuatan luar biasa jika masyarakat desa bergerak membangun bersama,” ujarnya. Guna memeriahkan acara, Marwan pun berduet bersama Slank menyanyikan beberapa buah lagu seperti “Ku Tak Bisa dan “Bocah-bocah Kecil Mandi di Kali”. (fx/gsc)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY