Kalimat ini menjadi pembuka hajatan dialog antara Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika bersama warga Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 19 Februari 2016. Turut mendampingi dalam gelaran yang dihelat di Gedung SDN 3 Cidahu tersebut Direktur Pelayanan Sosial Dasar  Ditjen PPMD Hanibal Hamidi, Wakil Bupati Sukabumi Drs Adjo Sardjono MM beserta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Sukabumi  Dedi Chardiman SIP MSi yang memandu jalannya dialog.

Dialog Dirjen PPMD Ahmad Erani dan Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama warga
Dialog Dirjen PPMD Ahmad Erani dan Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama warga

Erani menuturkan sepanjang kiprahnya sebagai Dirjen PPMD, ia telah menapaki ratusan pertemuan dengan masyarakat desa dari Sabang hingga Merauke. Dalam setiap kesempatan tersebut ia menuturkan kehadirannya guna menyebarkan “virus” harapan terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Menurut Erani, sejatinya kehadiran dana desa merupakan upaya mewujudkan harapan kemandirian desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari desa. “Walhasil kehadiran dana desa tidak mesti dilihat besar atau kecil, cukup atau tidaknya dalam memenuhi pembangunan desa,” ungkapnya.

Kehadiran dana desa seyogyanya mampu mendorong harapan kemandirian desa. Ia mencontohkan sebuah desa di Malang mengolah umbi porang Amorphophallus muelleri menjadi pelbagai penganan lezat pengganti tepung terigu. “Jika diolah menjadi tepung, iles-iles bisa menjadi bahan baku fungsional pembuatan lipstik di Jepang,” ujarnya. Harganya pun berlipat 10 kali. Jika dijual umbi hanya dihargai Rp3.000, sementara tepung bahan baku lipstik Rp30.000.

Erani: Dana Desa harus mampu dorong kemandirian desa
Erani: Dana Desa harus mampu dorong kemandirian desa

Dengan demikian, proses pembangunan tidak melulu berkutat pada masalah besar kecilnya ada atau permasalahan yang ada, melainkan berkonsentrasi pada keunggulan atau potensi yang dipunyai. Lewat pemetaan tersebut bisa dicari solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada. “Jika hanya berkutat pada masalah, energi kita hanya akan habis untuk mengeluh,” ujar Erani.

Di Desa Cidahu sendiri, Erani menyebutkan berlimpah potensi. Kondisi geografis desa seluas 5.572,72 ha yang sejuk berpotensi menjadi wisata. Keindahan alam Cidahu bak sepotong surga yang tercerabut ke bumi. Belum lagi potensi pertanian atau peternakan organik tidak ketinggalan bisa menjadi unggulan Cidahu. “Atraksi kesenian pun bisa dikemas menjadi obyek wisata kultural yang menarik,” ungkap Erani yang mengaku terpesona dengan selimut keindahan alam Cidahu yang berada di ketinggian 700 m dpl (meter di atas permukaan laut) bersuhu 240C-270C itu.

Sementara itu Direktur Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Hanibal Hamidi menyoroti mengenai pemanfaatan dana desa untuk memenuhi kebutuhan sosial dasar terutama pendidikan dan kesehatan. Pembangunan diutamakan membangun manusia lewat terbukanya akses  semua orang mengenyam pendidikan. “Pun, menikmati hidup layak dengan sanitasi yang baik,” ujarnya. Harap mafhum sanitasi yang baik turut pula berkontribusi pada derajat kesehatan yang lebih baik. Sanitasi yang buruk rentan menyebabkan gangguan kesehatan.

 Di sisi lain, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono sendiri berharap kehadiran dana desa bisa dimanfaatkan sebaiknya-baiknya untuk kemakmuran warga desa. “Pemerintah Daerah Sukabumi sendiri berkomitmen terhadap pembangunan desa,” ujar Adjo yang dalam kesempatan kunjungan ke Cidahu merupakan debut perjalanan dinasnya pasca pelantikan sehari sebelumnya.

Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama Abdul Syukur, penerima manfaat GSC
Direktur PSD Hanibal Hamidi bersama Abdul Syukur, penerima manfaat GSC

Selepas acara Direktur Pelayanan Sosial Dasar Hanibal Hamidi menyempatkan waktu menyaksikan permainan alat musik Abdul Syukur seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) penerima manfaat Generasi Sehat dan Cerdas. Abdul Syukur, seorang penyandang tunanetra mahir mengarahkan jemari menari lincah di atas tuts alat musik keyboard. Alunan nada Abdul mengalun merdu menutup pertemuan di Cidahu mengiringi kabut tipis yang perlahan turun menutup tirai sore. (fx/gsc)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY